Minggu, 25 Maret 2012

‎>> belum dijinakan 250312


Mulai tampaklah dalam heningnya,
renta harap yg kini kupunguti,
terbilang masa datang tak kutahu,
dan nelangsa hukumnya bagi jiwa sepertiku,
sekedar ingin katakan
aku rindu

Putri ...
Apalah arti perasaanku,
yang kutahu tiada sabitkan bibirmu,
atau sirami kering didadamu,
tetap kan salah bila aku bicara,
tak bolehlah benar,
berjalanpun aku masih merangkak,

Putri ...
Tiada perasaan sampai dicelah jiwamu,
aku tau sekejap cinta ada,
maka sekejap kau usir ia,
dan aku mengerti,
kau tak ingin sakit lebih jauh lagi,
manusiawi

Putri ...
Sebingkai wajahmu,
kuendapkan dalam-dalam,
biar suaraku tak mengganggu,
maka kuberharap,
aku bisu,. Tak bisa berkata juga,
bersuarapun kan dicela
bernadapun sumbar ditelinga
tak perlu kupaksa

Mulai tampaklah dalam heningnya,
ikhlas kuratapi pekat diri ini,
akulah jiwa yg belum dijinakkan hari-hari,
dan mungkin dunia berharap,
suara jelataku mati dihakimi

cintaku tak teranggap,
rinduku hanya bunuh semua suka,
bijaksanaku dianggap gila,
Suciku dianggap lirik munafik,
hitamku dianggap mengotori,
sakitku jelas pantaslah untukku,
gempitaku hanya mimpi,
tiada berhak aku berarak cita-cita
tanggung jawab ku dianggap menghina,
kesungguhanku dianggap cela,.

Dan aku takkan pernah sedih,
yang pantas untukku hanyalah nestapa
Karena kusadari aku manusia,
yang belum pantas jadi manusia,
dan takkan pernah ada yg pantas untukku

aku tahu

~ diary Udin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segila itu

.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya  bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...