Selasa, 02 September 2025

Kentara

Diwajahnya bulir permata, Riakkan malam dungu, Ganggu tidurku serupa hantu, Hingga rasa nalar tak lagi sejajar, Beginikah menjelang gila,Racau dada tak tau apa

Ada purnama dimatanya, Hingga seakan cerah gelapnya dada, Ataukah sungguh aku jatuh cinta, Bidadari nantipun tak menarik lagi, Aku ingin mencarinya malam ini

Tapi dia mengerut bisu, Duduk manis dibalik kelambu,Ambil ... Ambilah saja ...Sejumput mimpi ... iya ...Dia mimpi,Tergenang di sisa ampas kopi yang kini pula tumpah, Aku baru sadar ...

Dinafasnya melodi, Serupa seruling senja, kudengar tanpa lagu
Jangan jangan ini pula rindu
Oh Puan ... Jangan Siksa aku

Biasa

Katakan padanya aku baik-baik saja,
Selayak merpati yg hinggap hanya sebentar,
Kemudian pergi ... Liar tak berkabar

Katakan padanya aku baik-baik saja
Seperti purnama yang sekedar lewat,
Bersinar sebentar, berpaling tak lagi dia ingat

Kubilang pada senja, aku baik-baik saja
Dan disini masihlah terikat musim-musim,
Maka duka biar biasa, Suka biar dia biasa,
Hanya gurau pancaroba

Katakan pada Mamak .. aku baik-baik saja,
Dengan secangkir kopi, menghirup mimpi-mimpi,
Berharap rindu kecil, hangat dibuainya lagi,

Katakan padanya
Aku baik-baik saja ....
Biar rindu tak ada alamatnya
Biar dia biasa

Tak lagi

Dan seperti biasa 
Kurasai hampa mengintip dari sela jendela,
Dikepala lagi juta majas,
Sampai tak tau ...
Kata mana kutuang dulu,,
Aku tak lagi punya buku,,

Tak lama hujan,,
Adakah gerimis ini sampai pagi?
Sebab hati tak lagi indah,
Tersiksa biar rasa sekadar singgah

Tak lama hujan,,
Adakah ini sampai pagi?
Rintikannya seperti ribu rindu,
Kemana lagi arah pulang ..
Aku sudah tak tahu .................

Ataukah ini sudah waktu diam,
Rumahku disini,
Duduk santai dihalaman
Tak lagi punya khayalan

Ah sudahlah ...
Hati sudah tak indah
Tak ada mimpi,
Tak bisa lagi puisi

Segila itu

.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya  bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...