hingga resah bertalu,
mengetuk kabut dihatiku yang mulai dingin,
jiwa hendak mati rasa,
namun cinta membangunkanku,
dan wajahmu ada,.
Menatapku dari celah jendela,
dan aku gelisah ...
Ingin kusapa rindu, yang tak habis kupikirkan,
dan mimpi ini belum sanggup ku wujudkan,
sekejar ingin wajar,
mengait jemari dengannya,
dan aku lebih terhormat,
bila tengah berdua,
walau sekedar mengapit ramping tubuhnya,
dan aku gelisah,
karena nafas cinta yg mulai sesak,
inginnya kuhembuskan kepadamu,
agar wajahmu bisa kusentuh,
bukan mimpi siang saja,.
Dengan pelukmu inginku dihangatkan,
sekejap bermanja,
bercanda dengan cinta,
bukannya bercumbu dalam mimpi,
dan begini rasanya,
kerap berjalan sendirian,
Kau hanya kuraba dalam bayangan,
tapi takkan henti kuberdoa,
hingga tampak wajahmu,
segenap kan kusentuh,
bukan lagi khayalan
dan lamunan siangku
~ diary Udin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar