Senin, 26 Maret 2012

‎>> Meracau 220212

Mereka berkata;
mimpimu terlalu besar, untuk orang kecil sepertimu,
lalu kujawab;
biarlah hitam segala puisi,
seperti pekat rasa yg kurasa,
gerigi hari menikamku aku tau,
cambuk kenyataan menampar hitam majas hidupku,. Aku juga tau,
namun sampai mati asa kusimpan dalam dada,
Sebab kupercaya takkan sia semua mimpi,
Setidaknya aku hidup penuh dengan meyakini,
Daripada cibir tak berguna,
mari kita berdebat dihari nanti,.
Jangan disini,
diruang tempat kupunggungi keadilan,.
Dan aku hanya percaya janji Tuhanku,
dan maaf, bila mimpiku mengganggumu,


Mereka bilang:
dewasalah, kecilmu lumbung hina diwajahmu yg tua,
kujawab;
Terserah mau ku apakan umurku,
yang jelas aku tau tiap sisi hitam abu-abu,
berkacalah dulu,
sebab aku telah tau wajah jelekku,
yang jelas hitam adanya,.
Daripada topeng2 suci, tetap saja topeng,
Aku tau pikir hariku kerdil,.
Dan berdoalah agar aku tak besar,.
Sebab jelas kelak caci akan kuinjaki,.
Dan mulut penghina akan kubeli,
dan bila tak terjadi,.
akupun pasti mati,.
Namun janji tetap kuyakini,


Mereka berkata;
mencintailah seadanya, sebagaimana nyatanya,. Cinta benci kurangmu,.
Sadarilah kasta mu,
kujawab..
Ya Aku tau,. Tapi bukan hatiku yg mengarahkanku,.
Mungkin nasibku begini,
namun apa mesti hinaku kutangisi,.
Biar rinduku tak indah bagi aku yg rendah,.
Sebagai mana awal dicipta,.
Sampai kiamat, cinta takkan habis bahasanya,
diciptakan saat adam hawa,.
Ditikai habil, qabil, dan labuda,
dibakar saat troya,.
Dibawa terbang rama sinta,
dibawa mati romeo dan juliet dalam keranda,
Semoga Dibangkitkan lagi,
oleh tiap jiwa yg percaya akan adanya,.


Dan Inilah kehidupan,.
Tak pernah kurasa aku bisa mengaturnya,
sebab yg ahli mengaturpun akan binasa,
semua sudah pada takar Nya,.
Ditangan Maha Pengatur,Sang Maha Pencipta,.


dan mereka berkata,
Sudahlah,. kau hanya meracau, bukan logika nyata hinamu, hanya mengelak dari perih dan bodohnya hidupmu,
Kujawab,.;
iya sudah,. Aku memang sedang perih,
Aku mustahil benar,.
Sampai ajal aku takkan pernah pintar,
Namun kupercaya besar semutpun telah diatur,
rubahlah semut sebesar kucing bila kau bisa,
Maka punahlah semua manusia,..
Itu bagiku logika,


Yahh,.
Aku meracau,
dalam kabutku..


~ diary Udin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segila itu

.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya  bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...