Ibu.. Aku menyanyangimu, Kau Wanita.. kau mulia,
ibu aku ingin bicara tentang Emansipasi yg sedang kulihat di TV...
Biar kupaparkan pikiranku,
sebagai seorang laki-laki,
Emansipasi benarkah ku tau artinya,
menurutku hanya perendahan kaum hawa,
dari panasnya zaman, yg membodohi kita,
benarkah Emansipasi persamaan
namun tak kuliat, sisi suci dimuliakan,
hanya direndahkan sisi materi,
bersolek demi sesuatu yg tak pasti,
bukankah hidup bukan hanya raga,.
Namun ada juga batin dan perasaan, yg juga butuh makan,
dan saat kelak tiap kemekaran kan layu,
tiap wanita, pasti benci emansipasi..
Emansipasi,.
Hanya mimpi, para penjilat dunia,.
Coba katakan padaku,
hukum mana, yang membuat pria dan wanita sama?
Bila kau tak percaya fitrah agama,
Lihat hukum Rimba ?
Lihat hukum Norma ?
Dimana jantan dan betina,
masing 2, ada batasan dalam tugasnya,.
Dan percayalah fitrah agama,
itu lebih menenangkanmu,
sebab wanita itu Mulia.. Anissa... Anissa ...Anissa ...
Emansipasi,.
Hanya, propaganda kaum yg merasa besar, liberalis yg tak ingin disaingi,
hingga membodohkan kita yg memang sudah bodoh,.
Bila kau tak percaya..
Liat di Inggris,. Ada batasan kerja bagi wanita,
Liat di Amerika,upahnya hanya separuh pria,
Liat di jepang,. Wanita lebih berbudaya, dalam Geisha...
Dan bangsa mereka memang pintar,.
Hingga negaranya besar,
Sebab mereka tau, mulianya wanita,.
Tiang negara, yg tak seharusnya direndahkan harga,
Emansipasi,.
Banyak wanita kantoran,
hingga banyak bapak pengangguran,
Lihatlah kemuliaan dari sisi lain,
pulang pada fitrah dan aturan,
dan insha Allah, kita akan dimuliakan..
Wanita ...
Ada naluri suci,
jadi sisi Mulia ibu, dalam hatimu,
Wanita,.
Kau dipinta adam hingga hawa ada,
diciptakan dari rusuk Pria,
dekat dengan lengan agar kau selalu dijaga,
dekat dengan hati,
agar kau selalu dicinta
Wallahu alam bi shawab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar