Minggu, 01 April 2012
>> Lagu kartun Dulu 030112
ada yg buat ku sedih,
sepintas kenang saat aku kecil lagi,
Kuraba tiap lagu,
kumasuki tiap baitnya,.
Dan tak percaya,. Aku pun senyum lagi,.
Hening sepi, dengar aku bernyanyi,. Lagu Candy Candy..
Biarkanlah esok datang, menghampiri diriku,
aku cinta hari esok ... Aku cinta esok ...
Harapanku mungkin nanti menjadi kenyataan,.
Aku cinta, hari esok, aku cinta esok .....
enak, walau tanpa gitar,. Setidaknya untuk diriku sendiri,."aku cinta esok"
Kadang bertanya,.
Mengapa aku si dewasa, yg penuh iri dengki,
apa karena hatiku kalut,
atau karena jiwaku takut,
akan esok...
Mungkin ingin kecil lagi,.
Nonsense ...
Ahh. .. Aku nyanyi lagi,.
Lagu Candi Candi...
Biar saja ,. Biar, wajahku begini,
tak peduli,. Oh tak ... Oh tak perlu kutangisi,.
Akulah anak nakal .. Anak nakal,. Berlari-lari kesana-sini,
karena aku... Sebab aku ... Memang aku Candy...
Dikala sepi kusendiri, aku pun tak perduli,.
Lalu kulari mencari, cermin-cermin dan berkaca,.
Senyumlah ... senyumlah ... Senyumlah Candy...
Biarkanlah pergi sepi diri,.
Oh candy Candy...
Wahh sampe tamat,. Bisaan aku ya,. Ciyee...
Plok ... Plok ... Plok ...
Gila, ngomong sendiri,.
Tapi bener, tenang,.
Apapun yg terjadi, seperih apapun,. Cari cermin kayak si Candy... Terus ngaca...
Sekalian aja Tulis dibawah cerminya,. Biar terus inget..
" ya Tuhan, inikah wajahku ... "
hahaha.. Tu kan aku senyum lagi,. Hmmhhh,.
Keep your smile...
Selamat malam dunia,..
Dan biarkan esok datang,.
"aku cinta hari esok ... Aku cinta esok,. Hmhhh "
Bismillah... Bobo ahh...
~ diary Udin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar