Selasa, 24 April 2012
>> Tak usah dimengerti 140312
Dilangitku masih gemuruh,
tp belum juga hujan,
raut duka masih dibalik cadarnya,.
Maka kusimpul senyum,.
Meringgis ... Tutupi cemas dalam jiwa
Mereka bicara dikeningku hanya gelisah,
lalu kujawab,.
Pun sudah kucoba sibak awan hitamnya,
Dan pernahkah tampak aku menangis?
Kubicara bijak bila tengah bijak,
aku bercanda, bila hati tengah jujur bahagia,
dan tak kupungkiri keping hati ini masih piatu,
dan tak kutulis indah dicatatan,.
Sebab aku masih mencarinya,
dipuing sisa-sisa,.
Pelangi indah kemarin,.
Yang menimpa kepala,
Dilangitku masih gemuruh,
dan teriak bumi, yg tak sempat kudengar lagi,.
Kursi kupun telah dicuri,
Cinta yg jadi dongeng,.
Hari berarak jadi andai-andai,.
Biru darah yg kujilat,.
Hingga pekat yg tak mestinya kudapat,
tapi takkan pernah aku bertopeng,.
Biar aku dalam kabut,
hanya rahasia hari yg terjaga,
hingga kelak aku tiba,
entah ragaku,.
Atau cukup namaku dalam basa,
yang tengah dihukum norma-norma,
politik para babi yg membuat aku disiksa,
dan sekuat segala yg kupunya,
aku akan melawannya,
hingga kembali kehormatanku,.
~ diary Udin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar