Senin, 09 April 2012
>> Hingga Kubeli 090312
Ok ... Kuikuti permainan,
walau jengah terlambat,
hingga kini hitamlah segala budi,
yang terkapar hina dan caci,
dan rugi bila kupilih mati,.
Kuharap yg buatku Kapar panjang umur,
dan bukan tuk melihatku hancur,.
Tapi ini kuberdiri
Dan tentang tuan2 mereka,
tanyakanlah kepada tanah,
kepala yg pernah dihormati,
kini bersisa tulang yg dikerati,
dan aku belumlah bodoh,.
Dan takkan kutadahkan tangan,
kecuali pada Tuhanku ya Rahim,
aku yg terlelap dalam muak ...
Bukan tak ikhlas akan garisan,
namun bodoh ilmuku masih tau kalau sekedar untuk hakku,
manusia mana yg tak ingin bahagia,
dan aku masihlah jauh dari sabar,
sementara nelangsapun tak sabar menuntutku,.
maka jangan salahkan,
aku diam , kesakitan, dan akhirnya melawan
dan jangan tanya tentang cinta,
urusan tiap hati, mengapa aku mesti peduli,.
Yang kutahu hasratku terkait di angan,
tak kucicip, biar kedar kujilati,.
Sehitamnya aku, tapi tak bertopeng,
Seburuknya aku,. Aku masih tau hari jujur,
dan diam disini menyedihkan,
hanya cita-cita yg buatku bertahan,
sedikit lagi keping hari kupunguti,
hingga mulut penghina,
sanggup aku beli
~ diary Udin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar