Minggu, 08 April 2012
~ Tak Kulanjutkan ~
Sungguh aku sedih,
Senyumpun tiada menahan,
biar pipi tersungging,
Namun pikir kian resah,
Aku ada diantara tiada,
Degup waktuku diam padahal detik berdetak,
Entah apa yg menahan ...
namun jiwa telah bosan,
Berkutat dengan kesalahan,
Sungguh aku sedih,
Riuhpun lirih memaki hari-hari,
Tentang jiwa yg bingung,
Tentang pikir yg telah lama mematung,
Entah bagian mana,
yang mesti kupahat lagi,
Sungguh aku sedih,
Dalam hujan yang belum juga usai,
Sebagaimana ingin kucatat indah,
Namun tiap kata tak jadi Puisi,
Dan bila Syair kulanjutkan,
Hanya akan penuh maki,
akan hari-hari
~ Agung Saripudin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar