Bagian 1
"Wah, Cantik sekali!" Hanya itu yang bisa kujelaskan ketika menatap salah seorang gadis yang sepertinya bekerja di toko ini bila melihat dari seragam yang dipakainya.
Seperti biasa setiap kumiliki uang lebih tak ada tempat lain yang kusinggahi selain toko kaset. Tetapi kali ini berbeda, didalam toko aku tak fokus mencari kaset. Hanya memilah-milah keping kaset dan CD di rak tetapi mataku sesekali nakal melirik dia yang tampak sibuk melayani konsumen. Entah kenapa ada yang berbeda, jujur saja hatiku
... Ah, pokoknya susah ngomongnya.
Merasa cukup mencari, kuberanikan diri menghampirinya sekalian bertanya perihal kaset yang kucari.
"Teh, kalau sekarang lagu yang populer apa sih?" Kataku bertanya.
"Oh, banyak A. Padi sama Sheila on 7 yang lagunya paling laris" Jawabnya.
"Hmm,, ya sudah aku ambil Sheila saja Teh, sekalian hitung sama yang ini ya," Kataku lagi sembari menyodorkan beberapa kaset yang sudah kupilih sendiri. Jujur saja aku pura-pura lancar bicara padahal tak berani sekedar menatap langsung matanya. Akupun tak berlama-lama membayarnya dan segera keluar dari toko. Tapi dasar, masih sempatnya aku berhenti didepan pintu, kemudian mencuri lagi menatap gadis itu. Hah ... dasar diriku.
Setibanya dirumah segera kuputar kaset yang baru saja kubeli dan mulai larut dalam irama lagu-lagu yang tengah kudengarkan. Sambil bermalas berbaring aku masih memikirkan gadis ditoko tadi, seakan cantiknya masih kulihat didepanku. Wajahnya, senyumnya, rambutnya, bibir imutnya saat dia tengah berbicara ...
"Aduuuuhh, kok kubawa kerumah sih! Malah jadi inget terus, ah, aya-aya wae! " Kataku bicara sendiri gelisah membolak-balikan badanku hingga tanpa terasa aku tertidur tetapi dikagetkan suara eject dari tape compoku yang membangunkanku, dan rupanya benar saja, tape compoku hening tak bersuara lagi pertanda side A sudah habis.
"Ada apa dengan gadis itu, sudah habis lagu kudengarkan masih saja ia kupikirkan, siapa dia ya? Apa aku pernah mengenalnya? Kok sepertinya tak asing? " Kataku bicara sendiri.
"Oh, iya! Gampang mau kenal dia, kan kerja di toko kaset hihii " Sambungku nyengir sendiri saat muncul ide dikepalaku ketika hendak membalik kaset. Aku berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali melanjutkan tidur siangku, menikmati lagu demi lagu hingga lelahku terlupa mengkhayalkan tentangnya.
"Hmmhhhhhh, " Sungguh berbeda sekali, entah apa yang kurasa. Kok bisa sih hanya sekali menatap langsung suka, begitu banyak pertanyaan dalam pikiranku. Seperti ada harap yang kembali bangkit, ada rasa yang kembali berwarna, semoga ini pertanda dalam senyum kecilku, untuk hari esok aku akan bahagia.
"Iya ... semoga, "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar