Senin, 09 Oktober 2017

1. Cinta di Album Baru

Bagian 6

     Hampir tiga bulan berlalu setelah pertemuanku dengan Ulfa, tapi kaset-kaset yang kubeli darinya belum juga kuberikan karena kenyataannya tak semudah dalam rencana awal saat aku pertama kali bertemu dengannya. Setiap seminggu sekali aku datang ke toko membeli kaset baru, padahal niatku hanya ingin bertemu dengan Ulfa. Hingga saking seringnya bertemu, Ulfa mulai mengenalku sebagai salah seorang pelanggan ditokonya dan tak pernah sedikitpun kutampakan perasaanku. Kalau dipikir-pikir lucu juga, setiap aku memilih kaset yang akan kubeli, pertanyaanku selalu sama pada Ulfa; "Kalau Teteh sukanya yang mana?"

     Sambil berbaring melamun,  kutatapi semua kaset yang sudah kubeli rupanya sudah banyak juga, kuhitung kira-kira ada 38 keping kaset belum termasuk yang berserak disamping kasurku, malas rasanya bila mesti kuhitung satu-satu. Bagaimana tak banyak, seminggu sekali aku membeli 4 atau lebih kasetnya, setelah beberapa bulan berlalu tapi aku masih tak berani memberikannya pada Ulfa. Bahkan tak ada satu kasetpun yang sempat kuputar karena takut merusak bungkusnya.

     "Sampai kapan harus begini?" Kataku bicara sendiri sambil menatap kosong tumpukan kaset yang berserakan diatas kasur. Lama berpikir, kucoba meyakinkan diriku sendiri supaya berani mengutarakan perasaanku pada Ulfa. Setidaknya bila tak berani langsung bicara, tapi bagaimana caranya supaya Ulfa tahu tentang perasaanku, dan tak berapa lama ilhampun datang;

     "Iya, aku akan menyuratinya! Kuselipkan suratku diantara kaset-kaset ini. Hehee" kataku tersenyum sendiri terbayang ide bodohku. Tanpa berpikir lagi aku mulai menulis surat cinta buat Ulfa;

     Dear Ulfa ...
    
     Maaf ya nggak sopan banget, tahu nggak fa, kalau semua kaset yang kubeli dari kamu sesungguhnya buat kamu. Mestinya sih dari pertama aku beli Ada band sama Sheila on 7, masih inget nggak? Itu yang buat kamu, hehee, tapi aku nggak pernah berani ngasihnya, soalnya tatap mata kamu bikin hatiku 'aduuuh' ciyeeee, gombal ah.
     Ulfa, maafin aku yah nekat kayak gini, semoga aja surat ini bisa nyampe kamu baca, nggak sekedar kutulis terus kubuang lagi, capek tahu!
     Ulfa, aku bosen jadi Manusia bodoh yang tiap malem jadi bego mikirin kamu, dan dengan kenekatanku ini, aku harap bakalan ada hasilnya, Chapunk dan Ulfa bakalan jadi 'Kita' kayak judul lagunya Sheila, dan Ulfa, Jadikanlah aku pacarmu, agar kamu kayak Sheila lagi, alias Anugerah terindah yang pernah kumiliki. Sungguh Ulfa, sueerrr deh, diriku tak setengah hati nyukain kamu, hmpppp ...
     Udah dulu ya Ulfa, Kata Pak Posnya udah mau pergi, takut keburu datang kompeni, hahahaa, becanda fa, senyum atuh ... dan maaf ya Fa, kalau isi surat ini banyak hehee nya, moga aja dengan surat yang panjang dan kaset yang ngebugbrug ini, kamu bakal ngerti perasaanku, amin ... aminin atuh Fa, heheee, becanda lagi.

With Love
Chapunk Yos fallar Ti

     Selesai menulis, segera kubungkus dengan rapi semua kaset dan tak lupa kuselipkan selembar suratnya. Rasanya tak sabar menunggu besok pagi, semoga saja aku berani. Aku harus siap menerima apapun jawaban Ulfa. Setengah lelah kuingat-ingat isi surat buat Ulfa. Aku takut salah menulis hingga gelisah tak bisa tidur. Aku tak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi mau tak mau aku harus mengungkapkan perasaanku pada Ulfa. Aku tak ingin selalu dihantui pertanyaan, menebak-nebak apa yang akan terjadi. Segera kutarik selimutku, kututup seperti biasanya wajahku dengan bantal, harus kupaksakan segera tidur agar esok pagi aku siap.

                           ***

Kidung cinta selalu saja merdu,
Meski rindu mengiris,
Dan resah pecah menjadi suka duka yang tipis,
Namun dengan mimpi akan ada bahagia,
Namun dengan mimpi esok pagi selalu akan ada,
Biarlah hitam pelangi menancap dalam hari,
Kubiarkan hati ini mengalir,
Biar sesak didada,
Daripada jadi tanya yang tak berakhir,
Tertumpuk dalam gelapnya bejana

                     ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segila itu

.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya  bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...