Bagian 3
Tak lama setelah Sammy pulang aku bergegas mandi. Ingin segera rasanya menjalankan ideku mendekati gadis itu, dan tak biasanya aku ceria sepagi ini bernyanyi di kamar mandi. Sungguh hari yang bergairah, kugujek rambutku yang selalu kucat warna coklat kacang ciri khas ku.
"Pokoknya hari ini aku harus rapi," kataku dalam hati sembari berkaca merias diri. Tak biasanya juga sengaja aku meminjam parfum kepunyaan ayahku sebab sebelumnya aku tak pernah wangi, tapi kini aku berdandan sebisanya agar tampak sesempurna mungkin. Hadoooh, hari yang aneh! Setelah merasa cukup dengan penampilanku, aku bergegas menuju toko kaset untuk menjalankan ide bodohku yang terbersit malam tadi. Sama sekali tak ada ragu dalam hatiku, entah kenapa aku begitu yakin. Mungkinkah ini naluri? Ah, tak tau ah ...
Singkat cerita, aku telah sampai di toko kaset. Dalam suasana ramai mataku fokus mencari gadis itu, tak butuh waktu lama aku menemukannya dan segera kuhampiri.
"Teh, album baru yang paling laris apa ya?" Tanyaku pura-pura lancar, menenangkan hatiku yang sesungguhnya mendidih. Mataku fokus memperhatikan ID Card yang dikalungkannya sebagai salah satu karyawan toko kaset ini. Dan jelas tertulis disitu namanya 'Ulfa'
"Aa, kok melamun?" Tanyanya mengagetkanku.
"Eh, iya maaf. Hehee," Jawabku terkejut.
"Sekarang album baru Ada band yang judul lagu hits nya Manusia Bodoh sama Setengah hati, Terus Naff juga lagi populer tuh, enak-enak lagunya," jawabnya.
"Kalau teteh suka yang mana?" Kataku balik bertanya.
"Lho! Kok nanya saya, kan Aa yang mau beli," Tanyanya heran.
"Buat kado teh, buat pacar saya. Jadi kalau misalnya teteh yang dikasih sama pacarnya, sebagai sesama perempuan cantik dan manis teteh lebih suka dikasih yang mana. Hehee," kataku gombal berdusta (padahal kaset-kaset ini untuk dia, makanya aku bertanya tentang lagu kesukaannya).
"Oh, gitu ya, Aa ada-ada aja. Kalau disuruh pilih saya sih suka lagunya Ada band, apalagi yang judulnya setengah hati, lirik sedihnya kerasaaaaa banget, hehee," Jawabnya.
"Ya sudah yang itu saja, sekalian bungkus yang cantik ya teh. " Sambungku lagi.
Huhhh, akhirnya selesai juga. Benar-benar sulit menahan kaki yang sesungguhnya bergetar, menahan hati yang sesungguhnya sernad-sernud, tetapi rencana awalku berhasil. Setidaknya tanpa bertanya aku telah tahu namanya; Ulfa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar