Sementara masih tampak terbahak kau tertawa,
Dan masih saja kau bercerita tentang harimu yang malang,
Apa tak malu menggerutu, ditengah perut penuh yang kenyang,
Simpan sedihmu dikenangan yang kemarin,
Dan biarkan esok tiba, sapa dia dengan yakin
Kemarin biarlah jadi hari lalu,
Tak perlu dipanjangkan lagi dukanya,
Biarlah air mata yang sudah tumpah kan berlalu
Sebab mustahil ia kembali ke kelopak mata
Hujan sudah turun kawan,
Maka tanah biarkan ia basah,
Ayok kita bermain digenangan,
Dan deras kemarin biar tepis dikenangan
Dan jadilah kuat
Badai sudah lewat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar