Beliaku dibandara,,
Selayak rebah di bale-bale
Tak jauh Bandung-Medan,
Apalagi Aceh Jakarta,
Pagi melamun sore telah disana,
Kisah ku terminal,
Sandar smoking area
Yang paling aku cinta,
Kadang bergidik saat sadar
Tak tahu harus kemana,,
Tapi aku tak pernah takut,
Biar cuma modal lutut
Ceriaku kursi angkot,
Samping pintu kernet,
Dengan sinis tatap mata,
Serasa paling gaya,,
Karena duduk dikursi artis nya,,
Ha ha haaa ...
Sekarang ketawa pun tak enak,
Sialan ....
Adakah aku hilang ingatan,
Atau jiwa ragaku telah terbeli,
Hingga aku seperti mati,
Ataukah telah sampai perjalanan ku,
Aku sudah tua dan dungu,,
Tak ada lagi ingin dan mimpi,
Hanya Merebah disini ...
Menunggu mati,,,
Aku sudah tua kawan,,
Kenangku tertampung di Celebes,
Labuh barat Sulawesi,,
Biar. .. biarkan saja,
Aku kalah tak bisa apa-apa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar