Masih ingatkah kau jingga
Siang yg mestinya terang, gelap kala itu,
Tiba gerimis basahi kelam rautku,
Tak ada ampun lebih deras waktu itu
Terlelapkah kau jingga
Sebab lebih baik kita pura-pura saja lupa,
Walau peluk hangat masih lekat kita ingat
Kutau bukan hatimu yg tak mau,
Hanya saja hari sedang tak indah
Hingga kau tak lagi mau singgah
Bahagiakah kau jingga
Sebab tak ada perahu yg bisa hantarkan lagi kita
Cinta sudah temukan jalannya
Dan hanya senja yg bisa berpisah dengan indah
Bukan kita
Duduk saja kau disitu,
Aku takkan mengganggumu,
Diam-diam memperhatikan
Dan perlahan saling melupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar