Mak..
kutau mamak tengah berdoa,.
Berharap ananda kecil ini,.
Lekas mendewasa,.
Umur ananda telah sepertiga,
tapi masih buat Mamak malu,
ampun Mak,.
Mamak jangan sedih
ananda belum buat Mamak bangga,
Mak...
Perasaan apa ini mak,
apa ananda boleh menangis,
seperti kecil,. Terus mamak marah,
pening karena nakalku,
ananda capek mak,
ingin rasanya basuh kaki mamak lagi,
biar mamak tau,.
Ananda sayang Mamak,
mak,.
Didada ini ada apa mak,
ananda ingin bercerita,
tapi takut mamak sedih,.
Hari tak lirih,. Tapi hati perih,
ananda makan banyak disini,
tapi batin kelaparan,.
Serasa ditinggalkan
Mak ...
Benarkah rumah itu ada,
tentang surga, yg menunggu hati penuh cinta,
di sini Mak ... Disini ...
Mak ...
Maaf meninggalkanmu saat kau perlu,
namun bila ananda pulang,
Mamak tambah malu,.
Cukup doamu Mak,. Cukup Maafmu,.
dan Allah pasti bahagiakan ananda,.
Mak,.
ananda cape,.
Ananda ingin lekas usai,
ananda ingin mamak pikir santai,.
Mak..
Perasaan apa ini,.
Sakit ... Sakit sekali,.
Kecup poto ananda mak,.
Biar ananda bisa tidur nyenyak,.
~ Agung Saripudin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar