mungkin kalian tahu namaku
tapi tak kenal siapa aku
kau hafal kisahku,
tapi mustahil kau baca pribadiku
aku puisi kecam jatidiri
aku majas keruh dalam hati
yang berteriak keras tapi tak bunyi
yang bicara indah tapi dimaki
syairku galau dibilik-bilik rapuh
dengan jutaan asa yg selalu saja terbunuh
manusia bilang aku bukan manusia
setengah setan, terbilang karena ucapku
kalau aku bukan orang lalu kau siapa
apa kita sama-sama monyet
kau tanya
"apa kau muslim"
kubilang
"sampai mati, tekadku dalam islam"
kau tanya
"apa kau shalat"
kujawab
"aku tahu tiangku, mustahil kurubuhkan sendiri,
dan ibadahku, cukuplah aku dan Tuhanku,
lalu mengapa dgn cibir kau bertanya "
kau tanya
"lalu mengapa kau maksiat "
kujawab
"rumahku tempat maksiat,
bisakah aku berlari dari baunya
kukatakan tidak tetap kau cela
dan memang iya
makanya aku resah, gelisah
aku pendosa ingin diampuni,
bukankah bangsatpun berdoa minta selamat
apalagi aku
yang mencoba bertanggung jawab
tak lari dari hitamku
dari pada suci yang munafik
yang mencuri dalam kenyang
lalu ceramah di mimbar
ceritakan tentang surga dan lapar"
aku masih saja kosong
berharap putihkan fitrah,
tapi wajahku masih saja dicorengi
aku mungkin bejat karena alfa belajar ilmu
dan aku menyesal ... aku menyesal ...
tapi bagaimana para ahli ilmu penjual ayat
yang mencerca senang rendahku
tapi tiada mengajari,
ahli dunia yang selalu menghinaku
aku bodoh, hina, pantas didengki
tapi tidak,.... aku bangga dengan aku
aku tak berkelakar, aku masih hebat
aku masih ingat mati,
bukankah kita kan sama telanjang dikafani
lalu apa yang kau bangga
dan tak rela kudapat neraka disini
sebelum kau para pencela dan penghina
yang jadi kayu bakar segala api
aku masih saja hampa
berharap tak sepi, tak selalu dijauhi,
tak perlu ditakuti, tak ingin dihormati
cukup pandang sejajar,
dan kujalani hidup wajar
ya ALLAH, ampuni aku
kucoba membendung segala benci
maka jagalah tangan dan mulutku ini
amin
~ diary Udin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar