esok harus berjalan lagi kemana
hampa ini berat,
dan bilakah langkahku berujung, bertempuh
meretas atau jauh
dan aku si jelata
si miskin yang telah salah lahir di istana
permadani yang kulangkahi seperti meludahi
najis aku injak
singgasana mendepakku hancur,
malu ... malu bila duduk kubaur
dan bilakah aku aib para raja
lalu mengapa aku lahir ditengahnya?
harusnya ditempat mesti para pecundang,
di gubuk atau di gudang
sial kalian semua ...
kan kurebut lagi keping harga diri
sekuatnya aku hadapi
tak perduli darah biruku sialan
yang jadi ikat lidah-lidah culas
jubah sombong jiwa tanpa hati
dan darah tetap saja merah
biar gembel,raja ...
si pintar atau si larat nelangsa
dan aku takkan mati
sebelum kupancung semua hati
yang pernah mengusir dan menginjakku disini
Rabu, 14 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Segila itu
.... Bila itu bukan kamu, Maka aku takkan pernah lagi jatuh cinta,,, Sebab hanya bayang mu yg perlahan menggoda,, Dan aku tak pernah tahu a...
-
Poek euma,. Asa jauh panineungan, tulungan abi, neda pangampura, nyungkeun hapunteun, dina sasar sadidinteun, Meureun sasab sikap nu ...
-
Tentang sebuah nama, Yang mengambang Dalam Biduk malam yang sepi Wajahnya udara Titik-titik jadi satu Terpantul di pintu kayu Kadang ...
-
Saat ini hadir lagi, bayangmu melintas Saat aku hampir saja lelap Mengikatku ke langit-langit Memecah hati dalam sudut dinding Kupejam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar